Apa itu Hikayat?
hikayat merupakan salah satu bentuk karya sastra prosa. Hikayat akrab dengan kebudayaan bangsa Melayu dengan menggunakan bahasa Melayu pula. Pada perkembangannya, hikayat akhirnya dikenal di seluruh penjuru bangsa Indonesia karena keindahan sastra dan juga berbagai hikmah bijak yang terkandung di dalamnya.
Berikut ini Ciri-ciri sastra hikayat:
1. Memakai bahasa Melayu lama.
2. Selalu istana sentries.
3. Cerita seringkali tidak masuk akal.
4. Anonim atau tidak diketahui siapa sebenarnya yang mengarang kisah tersebut.
5. Menggunakan kata Melayu yang sering dipakai seperti “syahdan” dan “sebermula”.
Ada juga struktur dalam ceritanya harus mengandung beberapa unsur:
1. Tema, yaitu setiap gagasan yang menjadi dasar sebuah cerita.
2. Latar, yaitu waktu terjadinya peristiwa, tempat kejadian, dan juga suasana yang bisa digambarkan dalam peristiwa atau dalam cerita tersebut.
3. Tokoh, merupakan pemeran di dalam cerita tersebut, baik yang protagonis ataupun antagonis berikut dengan tokoh pendampingnya.
4. Amanat, adalah pesan yang tersurat maupun yang tersirat dalam setiap cerita.
5. Penokohan, adalah penggambaran watak seorang tokoh, bisa digambarkan melalui deskripsi langsung maupun dengan berbagai peristiwa yang ada dalam cerita yangbisa menggambarkan karakter atau watak seorang tokoh.
6. Alur, adalah jalannya peristiwa dalam suatu cerita. Yang sering kita kenal ialah alur maju dan alur mundur, sama seperti yang terdapat pada karya sastra lainnya.
7. Gaya bahasa yang khas, tentang bagaimana si penulis menyajikan cerita dengan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya.
Fungsi Hikayat
Umumnya hikayat memiliki fungsi sebagai pembangkit semangat, penghibur atau pelipur lara, atau hanya untuk meramaikan suatu acara atau pesta.
Contoh hikayat kalian bisa lihat dari cerita
Hikayat Abu Nawas – Ibu Sejati.
Sumberpengetian.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar